vhizaliumloverz











Pemberian Pakan Kerbau

Sebagaimana sapi, kerbau adalah hewan ruminansia. Ini berarti kerbau memanfaatkan mikroorganisme di dalam rumen untuk mencerna makanannya. Pakan yang dimakan hewan ruminansia sebagian besar berasal dari hijauan. Hewan ruminansia mampu mengubah selulosa dan bahan serat lainnya menjadi susu dan daging bermutu tinggi. Kemampuan cerna hewan ruminansia lebih besar daripada hewan non-ruminansia. Hewan ruminansia ”mengunyah mamahan”, yaitu mengeluarkan kembali makanan yang telah ditelannya ke mulut dan mengunyahnya beberapa kali sehingga membantu pencernaan makanan. 

Makanan ini akan masuk ke rongga rumen saat ditelan kerbau. Rumen merupakan rongga anaerob, yaitu tidak ada oksigen. Makanan ini terpapar mikroba bakteri, protozoa dan jamur. Mikroba-mikroba ini menyerang partikel-partikel makanan dan dengan proses enzim unsur-unsur tersebut diuraikan dan digunakan untuk metabolisme, pertumbuhan dan perkembang-biakan mikroba ini.

 

Cara Pemeliharaan Kerbau

Kerbau dipelihara dengan cara yang sangat berbeda di seluruh dunia. Cara pemeliharaan ini tergantung pada keadaan geografis dan tujuan peternakan kerbau tersebut. Terdapat berbagai cara pemeliharaan kerbau, mulai dari pemeliharaan kerbau sebagai ternak multi-guna yang dipelihara di halaman belakang rumah sampai pemeliharaan kerbau sebagai penghasil susu dengan sistem peternakan modern.  

Peternakan kerbau bisa menjadi bisnis yang menguntungkan kalau dikelola dengan benar. Meskipun jenis kandang mungkin berbeda di negara yang berbeda akibat perbedaan iklim, luas kandang yang disediakan untuk kerbau sangat penting. Vaksinasi dan pemberian obat cacing harus dilakukan agar kerbau sehat. Kerbau harus dipelihara sebagai modal hidup yang berharga. Dengan pemeliharaan yang benar, peternakan kerbau sangat menguntungkan. Dengan menentukan pada saat kelahiran apakah seekor anak akan dijadikan ternak penghasil susu atau daging, pemeliharaan yang tepat lebih mudah dilakukan dan lebih murah. Dengan demikian, peternak dapat memisahkan kerbau yang akan dijadikan penghasil susu dan kerbau yang akan dijadikan kerbau pedaging. Bagaimanapun bagusnya potensi genetik kerbau, tidak ada kerbau yang akan memperlihatkan hasil memuaskan bila tidak dipelihara dan diberi pakan dengan benar.

Kandang kerbau harus dapat melindungi kerbau dari stres panas – terutama keterpaparan langsung terhadap sinar matahari, hujan lebat dan cuaca dingin. Kandang juga harus dilengkapi sistem ventilasi yang memadai. Karena itu, kandang bisa berbeda di negara yang berbeda akibat perbedaan iklim. Di bawah ini beberapa pertimbangan dan solusi saat merencanakan pembangunan kandang kerbau di daerah beriklim panas dan dingin. Pada setiap kandang harus disediakan ruang yang cukup untuk masing-masing kerbau. Halaman luar kandang sebaiknya tertutup rumput atau beton agar tidak menjadi kubangan yang tidak sehat di musim hujan.

Kerbau mungkin terlihat gelisah di lingkungan yang panas dan lembab. Kerbau berkulit gelap dan memiliki sedikit kelenjar keringat sehingga relatif tergantung pada air untuk menyejukkan badannya. Hal ini tidak sepenuhnya benar. Kerbau yang terlindung dari cahaya matahari langsung bisa hidup dengan baik dalam cuaca panas dan lembab karena mereka mampu melepaskan panas melalui saluran pernapasan.

Kerbau dengan tingkat produksi daging atau susu yang tinggi memerlukan asupan pakan yang banyak sehingga menyebabkan produksi panas metabolisme yang lebih tinggi. Dengan demikian, kerbau dengan produktivitas tinggi kurang mengntungkan dibandingkan dengan kerbau dengan produktivitas rendah karena memerlukan lebih banyak fasilitas penyejuk. Berikut ini hal-hal yang perlud dipertimbangkan sebelum membangun kandang kerbau.

1. Tempat pakan dan air harus selalu teduh dan terlindung dari hujan lebat baik oleh pepohonan atau pun atap.
2. Air yang sejuk baik dari sungai yang jernih atau pun yang disediakan dalam ember membantu kerbau menjaga suhu badannya. Tempat air harus selalu diletakkan di tempat yang teduh.
3. Padang rumput yang diselingi pepohonan merupakan fasilitas perlindungan yang sangat murah dan efektif dari sinar matahari.
4. Kandang dengan konstruksi sederhana yang hanya diberi atap. Di daerah beriklim panas dan lembab kandang ini sebaiknya tidak diberi dinding. Dinding bisa menghambat ventilasi dan menyebabkan perkembangan bakteri dan pertumbuhan jamur sehingga kandang jadi tidak sehat. Untuk melindungi bagian dalam kandang dari cahaya matahari terik atau hujan lebat, tirai yang terbuat dari jerami, kain atau bahan lainnya dapat digunakan.
5. Penyediaan tempat berkubang. Namun demikian, kubangan ini harus berair bersih (bukan air limbah kotor yang membahayakan kesehatan) dan tidak jauh dari kandang.
6. Menyiram kerbau dengan air sejuk selama 3 menit dua kali sehari terbukti efisien untuk membuang kelebihan panas badan kerbau.

Untuk pembuatan kandang kerbau di daerah yang beriklim dingin perlu dipertimbangkan hal-hal berikut.

1. Kandang harus melindungi kerbau dari hujan, salju dan angin kencang. Kandang dapat dibuat dengan konstruksi sederhana dilengkapi atap dan tiga dinding. Kandang seperti ini memungkinkan kerbau keluar untuk merumput ketika cuaca memungkinkan. Di dalam kandang harus disediakan tempat pakan cadangan apabila cuaca buruk selama beberapa hari.
2. Lantai kandang yang kering dan bersih sangat penting di daerah berhawa dingin untuk menjaga kesehatan kerbau.
3. Di daerah beriklim sangat dingin seperti kawasan Kaukasia dan Balkan di mana musim dingin dengan suhu di bawah nol derajat Celsius berlangsung selama beberapa bulan, kandang perlu dilengkapi alat pemanas ruangan.

Anak kerbau harus ditempatkan di kandang individu selama satu bulan. Kandang ini harus mudah dibersihkan, dilengkapi pelindung dari sinar matahari langsung, hujan, salju dan kekeringan. Dengan menempatkan anak kerbau di kandang individu lebih mudah memantau apakah mereka makan dan tumbuh dengan normal dan mendeteksi penyakit. Selain itu, kasus menyusu keliling (naval suckling) bisa dicegah dan penularan penyakit lebih sulit.

Anak kerbau harus selalu dapat memperoleh air segar dan bersih. Sebaiknya, tempat air diletakkan di luar kandang di tempat yang stabil dan mudah dijangkau anak kerbau. Dengan demikian, air minum ini tidak berceceran di lantai kandang. Lantai kandang yang lembab akan mendorong pertumbuhan kuman dan parasit. Kandang harus dilengkapi tempat rumput dan pakan konsentrat. Wadah pakan ini harus diletakkan di atas lantai sehingga anak kerbau tidak akan menginjak atau membuang kotoran ke dalamnya.

Kerbau harus diperiksa setiap hari untuk mengetahui adanya luka atau penyakit. Luka terbuka menjadi tempat sempurna pertumbuhan segala jenis bakteri! Yang harus diperiksa bukan hanya kerbau betina tapi juga kerbau dara, anak kerbau dan kerbau jantan. Kaki pincang dan luka besar lebih mudah diperiksa daripada luka gores. Kaki pincang mungkin disebabkan oleh cedera pada kuku, kaki atau punggung. Dengan meraba seluruh badan kerbau, lokasi cedera dapat diketahui.

Luka besar maupun kecil harus diperhatikan. Luka berdarah mungkin perlu pertolongan dokter hewan walaupun hal ini jarang terjadi. Luka harus dibersihkan dengan hati-hati. Gunakan air bersih dan sabun yang lembut. Pembersihan harus dilakukan dengan tangan dan kain bersih serta dilakukan perlahan-lahan. Bahan kimia seperti etanol dan yodium mungkin menyakitkan. Kerbau yang luka sebaiknya dimasukkan ke tempat perawatan terpisah.

Mengamati tahi kerbau adalah cara mudah untuk mendeteksi penyakit dalam. Kalau tahinya terlihat berbeda dari biasanya, peternak harus waspada. Kalau kerbau tidak makan sebagaimana mestinya atau terlihat lesu, ini mungkin gejala penyakit. Kalau kerbau memperlihatkan gejala seperti ini, sebaiknya dilakukan pengukuran suhu dubur. Suhu dubur normal adalah 38 hingga 39 derajat Celsius. Kalau suhu duburnya lebih tinggi, kerbau mungkin mengalami infeksi dan peternak harus segera menghubungi dokter hewan. Semakin cepat luka atau infeksi ditangani, semakin kecil risiko kerbau jatuh sakit.

Di daerah tropis dan subtropis, parasit, caplak dan nyamuk bisa menjadi masalah besar. Parasit dalam bisa menyebabkan gangguan fungsi saluran pencernaan dan mengurangi nafsu makan. Caplak dan nyamuk menyebabkan kegelisahan dan kerusakan pada kulit yang pada gilirannya dapat menyebabkan peradangan. Bahan kimia dan obat untuk memberantas parasit harus digunakan sebagai langkah pencegahan dan hanya bila diperlukan. Kelemahan penggunaan bahan kimia dan obat adalah kemungkinan pengaruh negatifnya terhadap daging dan susu yang dihasilkan sehingga membahayakan manusia.
Bahan kimia pemberantas parasit harus disemprotkan ke badan kerbau. Penyemprotan ini harus dilakukan dengan teliti agar tidak mengenai mata dan organ kelamin kerbau. Untuk penanggulangan parasit di sekitar wajah dan alat kelamin sebaiknya menggunakan busa yang dibasahi bahan kimia tersebut.

Ada beberapa jenis vaksin yang tersedia untuk pencegahan penyakit yang sering dialami kerbau. Program vaksinasi umumnya lebih efisien bila dilakukan pada anak kerbau dan setelah itu diberikan sebagai penguat setiap jangka waktu tertentu.
Kerbau rentan terhadap penyakit yang sama dengan penyakit yang dialami sapi. Penyakit ini lebih berbahaya bagi kerbau yang hidup di lingkungan yang tidak sehat. Untuk melindungi kerbau dari kemungkinan terserang penyakit, mereka harus diberi vaksin dan obat cacing secara berkala. Semua kerbau harus diperiksa secara berkala oleh dokter hewan untuk mengurangi risiko penyakit.

Di Italia, semua kerbau diperiksa setiap enam bulan untuk mengetahui kemungkinan berjangkitnya tuberkulosis, bruselosis dan leukosis. Kerbau yang sakit harus segera dipisahkan dari kerbau lainnya.

// <![CDATA[//

 

Karakteristik Khas Kerbau

Secara umum, kerbau ternak, Bubalus bubalis, terdiri dari dua jenis, yaitu kerbau sungai dan kerbau rawa. Kerbau rawa banyak terdapat di Asia Tenggara dan digunakan sebagai hewan pekerja. Nama ini diberikan berdasarkan habitat alami kerbau jenis ini yang berupa rawa atau tanah basah. Kerbau rawa mirip dengan kerbau liar dalam karakteristik morfologisnya. Baru-baru ini, potensinya sebagai penghasil daging telah ditemukan. Sebagian kerbau rawa lebih besar daripada kerbau rawa lainnya. Kerbau rawa menghasilkan sangat sedikit susu dan tidak digunakan sebagai penghasil susu. Namun demikian, persilangan antara kerbau sungai dan kerbau rawa telah dilakukan di Thailand, Filipina, Vietnam, dan Cina dalam skala besar. Kerbau hasil persilangan ini merupakan hewan pekerja yang kuat, menghasilkan daging bermutu tinggi dan menghasilkan lebih banyak susu dibandingkan dengan induknya.  

Kerbau sungai banyak dijumpai di India, Pakistan, Bulgaria, Hungaria, Turki, Italia dan Mesir. Kerbau sungai juga terdapat di Brazil dan Kaukasia. Kerbau sungai lebih suka berendam di air bersih dan sungai sehingga diberi nama kerbau sungai. Kerbau sungai telah diseleksi untuk produksi susu dalam skala besar dan sebagian jenis kerbau seperti kerbau Murrah, Nili-Ravi dan jenis kerbau lainnya khusus diternakkan untuk produksi susu. Masyarakat India, Pakistan, Italia dan Mesir sudah biasa mengkonsumsi susu kerbau. Penelitian kerbau di negara-negara ini sudah banyak dilakukan.

Perilaku alami kerbau telah diteliti di antara kerbau-kerbau rawa liar di Wilayah Australia Utara. Pengetahuan mengenai perilaku alami kerbau sangat membantu peternak menentukan cara pemeliharaan dan pemberian pakan dalam peternakan komersial.

Jenis formasi kelompok yang berbeda dapat dilihat di antara kerbau-kerbau liar. Formasi kelompok terkuat adalah klan. Satu klan terdiri dari beberapa induk dan anak-anaknya; satu klan bisa juga terdiri dari beberapa keturunan kerbau. Dalam suatu klan, semua kerbau saling kenal. Satu kelompok terdiri dari beberapa klan. Tergantung pada besarnya, dalam suatu kelompok para kerbau tidak begitu saling kenal sebagaimana dalam suatu klan. Satu kawanan terdiri dari beberapa kelompok. Klan, kelompok dan kawanan hanya terdiri dari kerbau betina dan anak jantan berumur hingga dua atau tiga tahun. Pada umur dua atau tiga tahun ini, kerbau jantan diusir dari klan dan kelompoknya. Kelompok-kelompok ini cukup longgar dan bervariasi besarnya. Ada kelompok yang terdiri dari satu kerbau jantan dan ada juga kelompok yang terdiri dari banyak kerbau jantan.

Satu kelompok kerbau tinggal dan bermalam bersama di satu kamp. Dekat kamp biasanya terdapat timbunan tahi kerbau. Ini merupakan tempat kerbau membuang kotorannya. Ketika hari sangat panas kerbau mulai berkubang. Kubangan ini bisa berupa lubang lumpur dengan hanya sedikit air di dalamnya atau telaga yang lebih besar atau sungai dengan air yang dalam dan bersih. Kubangan ini bisa digunakan bersama oleh satu kelompok atau bahkan satu kawanan, tergantung besarnya kubangan.

Pada musim kemarau, kerbau betina dan anak kerbau terpisah dari kerbau jantan. Kerbau betina dan anak kerbau berkumpul di lokasi yang banyak airnya, pakan hijauan dan pohon pelindung. Kerbau-kerbau jantan berkumpul di padang rumput terbuka yang rumputnya kering. Pada awal musim hujan, kerbau jantan dan kerbau betina berkumpul untuk kawin.

Kerbau dianggap sebagai hewan yang tenang dan jinak. Perilaku agresif jarang terjadi. Misalnya, kelompok kerbau baru dibiarkan masuk kubangan kelompok kerbau lain atau minum dari sumber air kelompok kerbau lain.

Kerbau merupakan hewan yang agak tumpul dan lamban. Mereka perlu waktu cukup lama untuk menyesuaikan diri dengan situasi baru dan kegiatan baru. Namun demikian, kerbau mudah stres dan bisa jadi sangat gelisah bila menghadapi situasi baru.

Kerbau lebih suka merumput dan hanya meramban bila pakan sangat langka. Biasanya, kerbau merumput pada siang hari. Kalau temperatur lingkungan sangat tinggi, merumput dilakukan di pagi hari dan sore hari dan kadang-kadang pada malam hari.

Kerbau merumput lebih banyak dan lebih baik daripada sapi. Karena itu, kerbau mengonsumsi lebih banyak pakan dan gizi per kg berat badan daripada sapi.

Anak kerbau yang baru lahir menyusu pada induknya dalam waktu dua jam setelah lahir. Frekwensi menyusu normal sekitar 6 sampai 8 kali per hari. Anak kerbau mulai belajar menggigit rumput pada umur 3 sampai 4 minggu walaupun mereka belum benar-benar merumput. Setelah anak kerbau berumur dua bulan, pakan hijauan mulai jadi lebih penting daripada sebelumnya dan sebagian besar asupan zat gizi berasal dari pakan hijauan ketimbang susu induknya. Penyapihan alami anak kerbau biasanya berlangsung selama setahun atau sebelum induknya melahirkan anak lagi.

Berkubang dilakukan dengan dua tujuan; yang pertama adalah untuk menyejukkan badan, yang kedua adalah melindungi diri dari serangga. Berkubang pada siang hari dilakukan pada jam-jam terpanas. Berkubang pada malam hari merupakan cara kerbau melindungi diri dari serangga.

Kerbau memiliki sedikit kelenjar keringat dan kulit gelap yang menyulitkan mereka menjaga suhu tubuh di lingkungan yang panas dan lembab. Berkubang merupakan cara yang sangat penting bagi kerbau untuk menjaga suhu tubuhnya.

Ketika kerbau masuk air, mereka membuang kotoran dan/atau kencing. Ini nampaknya cara mereka menandai kubangan mereka.

Perilaku berkubang merupakan perilaku yang dipelajari. Kerbau yang tidak pernah berkubang sejak lahir bersama kerbau lain tidak akan berkubang sendiri. Mengajari kerbau berkubang hampir mustahil bagi manusia. Kerbau harus belajar berkubang dari kerbau lain. Namun demikian, kerbau dewasa akan sangat curiga dan tidak akan berkubang sendiri.

Kalau tidak ada kubangan lumpur atau air, kerbau berperilaku seperti sapi. Mereka akan mencari tempat yang teduh dan merumput lebih banyak pada jam sejuk dan lebih sedikit pada jam panas.

Cara berkomunikasi terpenting di antara kerbau adalah melalui bau. Kerbau saling mengenal dengan saling mencium baunya. Bau digunakan saat menandai suatu wilayah. Kerbau akan menggesekkan badannya ke pohon untuk meninggalkan bau dan mereka membuang kotoran untuk menandai wilayahnya.

Komunikasi suara sangat penting dengan anak kerbau. Ada komunikasi suara bersahabat dan juga komunikasi suara bermusuhan.

Sikap badan sangat penting saat menentukan kedudukan dan kekuasaan. Kerbau yang mengancam akan menundukkan dan menggoyang kepalanya.

Kerbau jantan dan betina hidup dalam kelompok yang terpisah. Mereka akan berkumpul pada awal musim hujan untuk kawin. Kerbau jantan dewasa dapat mendeteksi kerbau dewasa betina yang sedang birahi melalui baunya dan menemukan kampnya. Ada masa pemanasan sebelum perkawinan berlangsung. Masa ini berlangsung 1 hingga 3 hari dan memungkinkan kedua pasang kerbau ini saling mengenal.

Kerbau jantan dewasa tidak akan meninggalkan kerbau betina dewasa yang sedang birahi dan dia tidak akan membiarkan kerbau jantan dewasa lain mendekati pasangannya. Hanya kerbau jantan dewasa yang paling berkuasa yang akan kawin.

Terdapat ikatan yang sangat kuat antara induk kerbau dan anak kerbau. Kalau anaknya jantan, ikatan ini bertahan selama 2 hingga 3 tahun. Setelah itu, anak kerbau diusir dari klannya. Kalau anaknya betina, ikatan tersebut berlangsung seumur hidup.

Tidak lama sebelum melahirkan, induk kerbau memisahkan diri untuk melahirkan sendiri. Dalam waktu 30 menit setelah anak lahir semua anggota klan “memeriksa” anak kerbau yang baru lahir tersebut dan menyentuhnya dengan hidungnya. Hampir semua anggota kelompok menjalani pemeriksaan seperti ini. Pemeriksaan ini nampaknya berfungsi sebagai perkenalan dengan kerbau yang baru lahir. Pemeriksaan ini juga memudahkan adopsi anak kerbau tersebut kalau induknya mati. Adopsi selalu terjadi di antara para kerbau meskipun hal ini jarang terlihat pada spesies hewan lain.

Anak kerbau berjalan bersama induknya setelah mampu berdiri. Perilaku ini berbeda dengan sapi di mana induk sapi meninggalkan anaknya untuk merumput. Pengasuhan anak kerbau biasa dilakukan kerbau dewasa. Anak-anak kerbau dititipkan kepada seekor “kerbau pengasuh” yang biasanya kerbau betina. Kerbau-kerbau betina lainnya pergi merumput dan meninggalkan anak-anaknya. Kalau ada ancaman terhadap anak-anak kerbau tersebut, anak-anak kerbau ini akan berteriak dan induk-induknya akan segera datang memberikan bantuan.

// <![CDATA[//

 

Peluang Agrobisnis Peternakan Kerbau

Dibandingkan dengan sapi, kerbau memiliki beberapa keunggulan. Hewan ini tergolong hewan ternak yang sederhana, mudah dipelihara, mudah beradaptasi, dan dapat digunakan untuk membajak sawah dan alat angkutan. Kerbau dapat hidup di daerah rawa, daerah bercurah hujan tinggi, dan daerah yang kering.  

Kerbau juga mampu memanfaatkan pakan bermutu rendah seperti rumput kering dengan kadar nutrisi rendah dan serat kasar tinggi. Selain itu, kerbau juga mampu menyesuaikan diri terhadap tekanan dan perubahan lingkungan yang ekstrim. Misalnya, kerbau bisa hidup dengan baik meskipun terjadi perubahan suhu dan vegetasi padang rumput.

Kalau peranakan sapi impor mampu mencapai berat badan hidup 450 kg atau lebih dan karkas 45 hingga 60%, kerbau mampu mencapai berat badan hidup yang tidak terlalu jauh dengan sapi. Kerbau dewasa lokal dapat mencapai bobot 366 hingga 800 kg dan karkas berkisar 32 hingga 44 persen. Biasanya, kerbau dewasa jantan berumur dua tahun sudah mencapai bobot hidup 410 kg dan kerbau dewasa betina 367 kg.

Sebenarnya, kerbau sudah sangat dikenal karena sudah lama diternakkan oleh masyarakat pedesaan. Namun demikian, peternakan kerbau ini umumnya dilakukan dengan cara tradisional dan subsistensial. Belum banyak peternak yang memelihara kerbau dengan metode peternakan modern dan komersial meskipun peluang pasarnya sangat besar dan terus meningkat seiring pertambahan jumlah penduduk dan peningkatan kebutuhan protein hewani.

Dengan kata lain, peluang agrobisnis peternakan kerbau sangat cerah. Selain itu, keuntungan dari peternakan kerbau adalah sebagai berikut:

Peternakan kerbau dapat dilakukan pada lahan yang sempit. Misalnya, peternak dapat memelihara 46 ekor kerbau pada lahan seluas 200 meter persegi.

Kerbau memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan.

Kerbau mudah digembalakan karena kerbau suka hidup berkelompok.

Kerbau sudah dapat dikawinkan pada umur 15 sampai 18 bulan, dan pada umur 27 hingga 28 bulan sudah beranak pertama dan selanjutnya beranak setiap tahun. Dengan demikian, pada umur 3 tahun 4 bulan, kerbau betina dapat beranak dua kali. Dalam waktu 25 tahun, seekor kerbau betina mampu melahirkan anak 20 ekor.

Selain menghasilkan daging dan susu, kerbau juga menghasilkan kulit, tulang, dan tanduk yang dapat digunakan untuk keperluan industri sepatu, kerajinan, tas, ukiran, dll.

Kotoran kerbau dapat dimanfaatkan untuk pupuk pertanian. Setiap ekor kerbau dewasa dapat menghasilkan 3,2 hingga 4 ton pupuk per tahun.

Daging dan susu kerbau merupakan sumber protein bernilai gizi tinggi. Keju mozarela yang lezat dan sangat terkenal di dunia terbuat dari susu kerbau. Begitu pula, dadih yang terbuat dari susu kerbau telah lama diproduksi secara tradisional oleh masyarakat Sumatera Barat. Produk fermentasi susu ini tidak kalah gizi dan manfaatnya dengan produk fermentasi susu modern seperti yogurt.

Kerbau dapat menerima pakan dari berbagai jenis limbah pertanian.

Berdasarkan uraian di atas jelas sekali bahwa peluang agrobisnis peternakan kerbau sangat menguntungkan. Namun demikian, mungkin masih ada peternak yang beranggapan bahwa daging kerbau lebih rendah mutunya dibandingkan dengan daging sapi. Sebenarnya, anggapan ini keliru. Tentu saja, mutu daging kerbau rendah karena biasanya kerbau dipotong setelah tidak kuat lagi membajak sawah. Dengan kata lain, kerbau ini dipotong setelah berusia tua.

Sebenarnya, sapi dan kerbau memiliki mutu daging yang relatif sama pada kondisi yang setara. Hal ini telah dibuktikan oleh Zakariev dalam Sumoprastowo (2003:63). Penelitian ini menyimpulkan bahwa daging sapi dan kerbau sama lezatnya. Perbedaannya adalah daging kerbau berwarna lebih merah dibandingkan dengan daging sapi. Serat daging kerbau lebih kasar, lemaknya berwarna putih, dan bila diraba lemaknya melekat pada jari. Bahkan, Direktorat Gizi Departemen Kesehatan Republik Indonesia dalam Cahyono (2010:16) membuktikan bahwa kadar lemak daging kerbau sangat jauh lebih rendah (0,5 g) daripada daging sapi (22 g).

Sebagai penutup, jangan lagi kita menganaktirikan kerbau di dunia peternakan. Kenyataannya, kerbau memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan sapi. Karena itu, mari kita beternak kerbau. Bagi yang punya uang tapi tidak ada lahan, jalin kerja sama dengan petani di pedesaan yang memiliki lahan namun tidak punya uang untuk membeli bibit kerbau. Bagi yang belum punya uang, mulailah menabung dari sekarang untuk membeli bibit kerbau. Tabungan ini bisa berupa tabungan uang tunai atau juga tabungan berupa ternak sapi atau kambing. Kalau belum mampu beternak kambing, cobalah beternak ayam atau itik, yang hanya memerlukan modal beberapa puluh atau ratus ribu rupiah saja.

 

Perbedaan Kerbau dan Bison

Mungkin karena penampilannya yang mirip dengan kerbau yang banyak terdapat di Asia dan Afrika, para pendatang Eropa yang pertama kali melihat bison di benua Amerika mennyebut bison sebagai kerbau. Sayangnya, kesalahan penyebutan nama hewan ini sudah terlanjur memasyarakat sehingga para pakar hewan dan bahkan pemerintah sekalipun tidak mampu mengubahnya. Dalam percakapan sehari-hari, masyarakat tetap menyebut bison sebagai kerbau. 

Bison adalah hewan asli Amerika Utara dari genus dan spesies Bison bison. Walaupun bison dan kerbau termasuk dalam famili yang sama, yaitu Bovidae, keduanya merupakan hewan yang jelas berbeda. Kerbau yang sesungguhnya, yaitu kerbau Afrika atau kerbau Cape (Syncerus caffer) dan kerbau Asia (Bubalus bubalis, dari famili Bovidae) adalah hewan asli Afrika dan Asia saja dan tidak saling berkaitan erat. Keju mozzarella di bufala, yaitu keju kerbau yang lezat, terbuat dari susu kerbau Asia, yang dibawa ke Italia dari Asia pada tahun 1400-an.

Di dalam genus bison terdapat dua subspesies bison di Amerika Utara, yaitu bison padang rumput (terutama di Amerika Serikat dan Kanada) dan bison hutan (terutama di Kanada). Ada juga bison Eropa, yang nama ilmiahnya Bison bonasus, yang dinamakan wisen, yang hidup di kawasan Kaukasus Rusia dan di Polandia di hutan Bielowesz.

Bison merupakan mamalia darat terbesar yang hidup liar di Amerika Utara sejak akhir Zaman Es. Bison adalah keturunan hewan purba yang melintasi jembatan tanah Selat Bering sekitar 300.000 tahun yang lalu. Para pakar sejarah memperkirakan bahwa para penjelajah pertama Eropa yang pertama kali menemukan spesies hewan Amerika Utara itu menyamakan bison yang belum dikenal dengan kerbau Afrika dan Asia yang sudah mereka kenal. Meskipun salah kaprah, istilah “kerbau” digunakan untuk menyebut “bison” sejak saat itu dan sudah memasyarakat dalam budaya dan bahasa Amerika. Namun demikian, hal ini tidak membuat istilah tersebut jadi benar!

Bison jauh lebih pintar dan lebih menarik daripada kerbau. Bison bukan hewan ternak tapi merupakan hewan liar yang tidak dapat dijinakkan. Karena itu, bison lebih sulit ditangkap dan lebih kuat daripada kerbau. Meskipun pundaknya besar, bison sangat gesit dan dianggap sama gesitnya dengan kambing. Bison dapat melompati pagar yang tidak dapat dilompati kambing, sapi, atau pun kerbau, dan bila terkejut bison melompati bison lain untuk melarikan diri.

Sebagaimana kerbau, bison adalah herbivora dan memakan rumput. Metode produksinya mirip dengan kerbau, tapi penggunaan hormon pertumbuhan dilarang pada bison. Selain itu, bison umumnya tidak dikebiri karena pertumbuhan bison lebih lambat daripada kerbau; pengebirian bison akan menghambat produksi daging.

Sekarang terdapat sekitar 350.000 ekor bison di Amerika Serikat; sekitar 40.000 ekor disembelih setiap tahun untuk dikonsumsi. Sebagian besar bison tersebut terdapat di berbagai ranch komersial. Sebagai perbandingan, sekitar 125.000 ekor sapi dijual ke pasar setiap hari di Amerika Serikat saja.

Selama beberapa puluh tahun terakhir, usaha mendapatkan daging yang lezat dan sehat bagi jantung telah mendorong peternakan komersial bison, yang menyebabkan peningkatan kembali populasi hewan ini.

Gambaran Umum Kerbau

Kita semua mungkin tidak ada yang tidak tahu kerbau. Kerbau dapat ditemukan di setiap desa di seluruh Indonesia. Kerbau termasuk salah satu ternak yang tidak dapat dipisahkan dengan petani. Dengan kata lain, selagi ada petani, kemungkinan besar ada kerbau. Namun demikian, faktanya cukup aneh tapi nyata. Sampai saat ini masih sangat langka buku atau tulisan mengenai kerbau.

Karena itu, untuk ikut serta membantu mengurangi kelangkaan informasi perkerbauan ini, saya akan menyajikan tulisan mengenai gambaran umum kerbau sebagai tulisan pertama mengenai kerbau di blog ini.

Kerbau, yang nama ilmiahnya Bubalus bubalis, merupakan spesies hewan bovin besar, yang biasanya dipelihara untuk mendapatkan daging, susu, tanduk, kulit, pengangkutan, dan juga kegiatan pertanian. Kerbau adalah hewan asli Asia yang kemudian dibawa ke Afrika, Australia, Amerika, Mesir, dan negara-negara Eropa. Diperkirakan lebih dari 90 persen populasi kerbau terdapat di Asia. Karena itu, hewan ini sering disebut kerbau Asia.

Kulit kerbau berwarna kelabu tua; bulunya pendek, kasar dan jarang. Tinggi bahu kerbau mencapai sekitar 1,5 hingga 1,8 meter. Rata-rata, kerbau dewasa dapat mencapai berat sekitar 500-900 kilogram. Kerbau jantan lebih besar daripada kerbau betina. Selain ukurannya, karakteristik utama yang membedakan kerbau jantan dan kerbau betina adalah adanya lekuk-lekuk dalam pada badannya dan tanduk berbentuk bulan sabit yang melengkung panjang ke belakang. Meskipun kerbau betina juga bertanduk, tanduknya lebih kecil daripada tanduk kerbau jantan. Kerbau jantan mencapai kematangan seksual pada umur 2 sampai 3 tahun. Kerbau jantan menghasilkan sperma sepanjang tahun, tapi produksi sperma ini sangat dipengaruhi oleh temperatur lingkungan dan kualitas pakan.

Kerbau liar betina mencapai kedewasaan kelamin pada usia 2 sampai 3 tahun. Kerbau ternak betina yang dipelihara dengan baik dan diberi pakan bermutu mencapai kematangan kelamin lebih cepat. Siklus birahi berkisar 21 hingga 29 hari. Lama birahi biasanya 24 jam tapi bisa bervariasi antara 12 sampai 72. Tanda birahi yang paling jelas adalah sering terjadinya urinasi. Tanda-tanda birahi kerbau kurang jelas dibandingkan dengan sapi. Kerbau umumnya memperlihatkan tanda birahi hanya pada malam hari sehingga sulit dideteksi oleh peternak.

Masa kebuntingan kerbau sekitar 9-11 bulan. Umumnya, tingkat keberhasilan inseminasi buatan pada kerbau lebih rendah daripada sapi. Penelitian di India membuktikan bahwa tingkat kebuntingan pada inseminasi pertama sekitar 40%, dan tingkat kebuntingan pada inseminasi ketiga sekitar 77%. Birahi pertama setelah melahirkan sangat dipengaruhi musim, jenis kerbau dan kondisi masing-masing kerbau. Sebagian kerbau mengalami birahi dalam waktu kurang dari 60 hari setelah melahirkan, dan sebagian kerbau lain 230 hari setelah melahirkan. Pada kerbau Murrah India, waktu birahi rata-rata setelah melahirkan adalah 100 hari. Birahi pertama setelah melahirkan tidak selalu subur, terutama bila birahi tersebut terjadi tidak lama setelah melahirkan. Kerbau betina menyusui anaknya selama lebih dari setahun. Selama sekitar 3-4 tahun, anak kerbau tetap bersama induknya. Setelah sekitar 3 tahun, anak kerbau jantan meninggalkan induknya dan berkumpul bersama kawanan kerbau jantan lainnya. Bila diternakkan, kerbau bisa hidup sampai hampir 25 tahun.

Berdasarkan daerah keberadaannya, kerbau dikelompokkan menjadi beberapa kategori. Kerbau Afrika terdiri dari dua jenis dalam spesies yang sama (Syncerus caffer), kerbau Cape dan kerbau kerdil. Jenis kerbau Cape jauh lebih besar daripada kerbau kerdil. Berbeda dengan kerbau Asia, kedua jenis kerbau Afrika ini tidak diternakkan karena sifatnya yang berbahaya. Pemangsa kerbau di alam liar adalah harimau, singa dan buaya.

Karena kerbau sudah terbiasa berendam di air, keberadaannya di habitat tertentu tergantung pada ketersediaan air. Kerbau termasuk herbivora dan memakan berbagai jenis rumput dan daun. Salah satu ciri adaptasi kerbau karena sering berendam di lumpur dan air adalah kuku kaki yang melebar. Kuku kaki seperti ini membuat kerbau tidak tenggelam terlalu dalam di dalam lumpur dan juga membuatnya mampu bergerak bebas di tanah basah dan rawa. Kerbau biasanya bermigrasi secara bergerombol bila terjadi kekurangan air.

Daging kerbau sangat liat, karena itu daging kerbau biasanya dimasak perlahan. Susu kerbau memberikan 5 persen dari pasokan susu dunia. Karena kadar lemak yang tinggi di dalam dagingnya, susu kerbau merupakan bahan baku ideal untuk membuat yogurt, keju, dadih dan berbagai produk susu lainnya. Tanduk kerbau digunakan untuk membuat alat musik tradisional, sedangkan kulitnya digunakan untuk pembuatan berbagai produk kulit. Tahi mamalia bovin ini juga digunakan sebagai pupuk yang ramah lingkungan.

Karena kerusakan habitat alami dan perburuan yang berlebihan untuk mendapatkan daging, populasi kerbau liar (yang nama ilmiahnya Bubalis arnee) sudah jauh berkurang. Menurut lembaga konservasi satwa liar, jumlah kerbau liar berkurang sekitar 20 persen dalam 14 tahun terakhir. Sekarang, kerbau termasuk dalam daftar Data Merah Serikat Konservasi Alam Internasional (IUCN, International Union for Conservation of Nature) untuk spesies yang terancam punah. Namun demikian, kerbau ternak dapat ditemukan di berbagai negara di Asia.

 

 

DAGING KERBAU

Kriteria Kualitas Daging Kerbau

Kualitas daging dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik pada waktu hewan masih hidup maupun setelah dipotong. Pada waktu hewan hidup, faktor penentu kualitas dagingnya adalah cara pemeliharaan, yang meliputi pemberian pakan, tata laksana pemeliharaan dan perawatan kesehatan. Kualitas daging juga dipengaruhi oleh pengeluaran darah pada waktu hewan dipotong dan kontaminasi sesudah hewan dipotong.

  • Warna daging putih pucat
  • Bagian otot dada dan otot paha kenyal
        • Bau agak amis sampai tidak berbau

Kualitas daging Kerbau yang baik

Keempukan atau kelunakan
Keempukan daging ditentukan oleh kandungan jaringan ikat. Semakin tua usia hewan, susunan jaringan ikat semakin banyak, sehingga daging yang dihasilkan semakin liat. Jika ditekan dengan jari, daging sehat akan memiliki konsistensi kenyal (padat).

Kandungan lemak atau marbling
Marbling adalah lenak yang terdapat diantara serabut otot (intramuscular). Lemak berfungsi sebagai pembungkus otot dan mempertahankan keutuhan daging pada waktu dipanaskan. Marbling berpengaruh terhadap citra rasa daging.

Warna
Warna daging bervariasi, tergantung dari jenis secara genetik dan usia, misalnya daging sapi potong lebih gelap daripada daging sapi perah, daging sapi muda lebih pucat daripada daging sapi dewasa.

Rasa dan Aroma
Cita rasa dan aroma dipengaruhi oleh jenis pakan. Daging yang berkualitas baik mempunyai rasa yang relatif gurih dan aroma yang sedap.

Kelembaban
Secara normal daging mempunyai permukaan yang relatif kering sehingga dapat menahan pertumbuhan mikroorganisme dari luar. Dengan demikian mempengaruhi daya simpan daging tersebut.

Kualitas daging Kerbau yang tidak baik

Bau dan rasa yang tidak normal
Bau yang tidak normal biasanya akan segera tercium sesudah hewan dipotong. Hal itu dapat disebabkan oleh adanya kelainan antara lain :

  1. Hewan sakit
    Hewan yang sakit, terutama yang menderita radang bersifat akut pada organ dalam, akan menghasilkan daging yang berbau seperti mentega tengik.
  2. Hewan dalam pengobatan
    Hewan dalam masa pengobatan terutama dengan pemberian antibiotika, akan menghasilkan daging yang berbau obat-obatan.

Warna daging tidak normal
Warna daging yang tidak normal tidak selalu membahayakan kesehatan konsumen, namun mengurangi selera konsumen.

Konsistensi daging tidak normal
Daging yang tidak sehat mempunyai kekenyalan rendah (jika ditekan dengan jari akan terasa lunak) apalagi diikuti dengan perubahan warna yang tidak normal. Maka daging tersebut tidak layak dikonsumsi.

Daging busuk
Daging yang busuk dapat mengganggu kesehatan konsumen, karena menyebabkan gangguan saluran pencernaan. Pembusukan dapat disebabkan karena penanganan yang kurang baik pada waktu pendinginan, sehingga aktivitas bakteri pembusuk meningkat, atau karena dibiarkan di tempat terbuka dalam waktu relatif lama pada suhu kamar, sehingga terjadi proses pemecahan protein oleh enzim-enzim dalam daging.

Ciri-Ciri Daging Kerbau

Daging kerbau yang baik berwarna merah tua, seratnya lebih kasar dibandingkan dengan daging sapi. Sedangkan lemaknya berwarna kuning dan keras. Umumnya tekstur daging kerbau lebih liat dari daging ternak lainnya karena disembelih pada umur tua.

Permintaan Daging Kerbau

Perkembangan ternak kerbau di Indonesia relatif rendah dibandingkan dengan perkembangan ternak yang lainnya. Faktor – faktor yang menghambat perkembangan ternak kerbau di indonesia adalah pemeliharaan yang masih bersifat eksentif, usaha sambilan, tingkat pertumbuhan yang lambat dan efesiensi produksinya yang rendah. Untuk itu, peningkatan mutu ternak kerbau harus lebih di tingkatkan.

Peranan utama kerbau di Indonesia adalah sebagai pembajak sawah dan sebagai simpanan peteni jika pada suatu saat ada keperluan mendadak. Tetapi di daerah Tanah Toraja Sulawesi selatan, kerbau digunakan pada upacara kematian ( rambu solo). Semakin banyak kerbau yang dipotong untuk upacara tersebut maka tingkat sosial kelurga tersebut lebih tinggi.

Manajemen mutu dan peningkatan populasi kerbau merupakan jawaban mengapa ternak kerbau di Indonesia lebih kecil. Memanajemen mutu dapat meningkatkan kualitas kerbau. Semakin bagus mutu kerbau, maka permintaan daging kerbau akan lebih tinggi. Sementara itu peningkatan populasi kerbau yang masih rendah dapat memicu pertumbuhan ternak kerbau. Peningkatan populasi kerbau dapat dilakukan dengan pemberian bantuan ke daerah – daerah yang sebetulnya dapat meningkatkan populasi kerbau. Daerah – daerah yang mempunyai persediaan ruput banyak bisa dijadikan sasaran peningkatan populasi.

Produk olahan daging kerbau masih kurang diminati pasaran. Rendahya minat tersebut karena produk olahan daging kerbau masih monotone. Rumah makan dan restauran lebih memilih daging sapi daripada daging kerbau untuk menjadikan olahan makanan. Rendahnya minat konsumen terhadap permintaan daging kerbau juga berpengaruh dalam pemasaran produk olahan daging kerbau. Mahalnya daging kerbau merupakan faktor utama tidak tertariknya konsumen. Daging yang keras / alot juga mempengaruhi permintaan. Konsumen lebih memilih daging sapi dan daging unggas sebagai kebutuhan protein hewani mereka.

Ternak kerbau mempunyai kesanggupan memanfaatkan rumput yang kualitas lebih rendah. Protein hewani kerbau juga tidak kalah dengan sapi. Daging kerbau mempunyai kandungan protein 20 – 30 %, sedangkan daging sapi mempunyai kandungan protein 19 – 20 %. Kerbau juga salah satu alternatif yang di andalkan untuk memenuhi permintaan daging yang semakin meningkat. Oleh karena itu, berternak kerbau merupakan bisnis yang sangat menjanjikan.

.

 

 

Populasi Kerbau

 

 

Menteri Pertanian Suswono menyatakan saat ini pemerintah memiliki PSDS. “Akan diupayakan untuk memasukkan kerbau dalam PSDS tersebut. Jadi nantinya akan menjadi PSDSK,” ujarnya di Jakarta hari ini.

Dia mengatakan upaya ini dilakukan dengan tujuan untuk mewujudkan ketahanan pangan hewani asal ternak, yang berbasis pada sumberdaya lokal. Dia mengatakan upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dalam negeri untuk memasok kebutuhan daging lokal. Dengan demikian, kata Suswono, impor daging sapi maupun impor sapi bakalan dapat dikurangi.

Menurut dia, agar program PSDSK dapat tercapai dibutuhkan peningkatan populasi dan perbaikan produktivitas ternak sapi serta kerbau. Pada 2009, kata dia, populasi ternak kerbau nasional mencapai 2 juta ekor.

Populasi kerbau ini tersebar a.l. di Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatra Barat, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Banten, Nusa Tenggara Timur, dan Jawa Tengah.

Di wilayah tersebut daging kerbau dijadikan sebagai pengganti daging sapi untuk memenuhi konsumsi masyarakat. Sementara itu, katanya, produksi daging kerbau saat ini mencapai 46.000 ton atau 2% dari total produksi daging nasional yang mencapai 2,2 juta ton.

Meski daging kerbau memiliki potensi besar menyumbang pasokan daging ke masyarakat, tapi masih terdapat kendala yang harus diselesaikan.

Mentan menyatakan kendala utama adalah rendahnya produktivitas kerbau karena jarak beranak kerbau yang panjang, yakni mencapai 20 bulan. “Masalahnya karena rendahnya kualitas bibit, kurangnya seleksi, terjadinya inbreeding, dan pemeliharaan kerbau yang sangat tradisional,” ujarnya.(er)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BUFFALO MEAT

Buffalo Meat Quality Criteria

The quality of meat is influenced by several factors, both at the time the animal was alive and after the cut. At the time of live animals, meat quality determinants is the way of maintenance, which includes feeding, maintenance and administration of health care. Meat quality is also affected by the expenditure of blood at the time of animals slaughtered and contamination after the animal is cut.
• The color of pale white flesh
• The chest muscles and thigh muscles supple
smell a bit fishy to odorless§

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Buffalo meat is good quality

Tenderness or tenderness
Tenderness of meat is determined by the content of connective tissue. The older age of animals, the composition of connective tissue increased, so that the meat produced by the clay. When pressed with a finger, healthy meat will have a rubbery consistency (solid).
Fat content or marbling
Marbling is lenak located between muscle fibers (intramuscular). Fat serves as a wrapper for maintaining the integrity of muscle and meat at a time is heated. Marbling effect on the image of the taste of meat.
Color
Flesh color varies, depending on the type of genetically and age, such as beef cattle is darker than beef, dairy, veal beef paler than adults.
Taste and Aroma
Taste and aroma are influenced by the type of feed. Good quality meat has a relatively savory flavor and a savory aroma.
Humidity
Normally the meat has a relatively dry surface so that it can withstand the growth of microorganisms from the outside. Thus affect the shelf life meat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Buffalo meat quality is not good

The smell and taste that is not normal
The smell abnormal smell will usually be immediately after the animal is cut. It can be caused by disorders such as:
1. Veterinary hospital
Animals who are sick, especially those suffering from acute inflammation of internal organs, will produce meat that smells like rancid butter.
2. Animals in the treatment of
Animals in the treatment mainly with the administration of antibiotics, will produce meat that smelled drugs.
Meat color is not normal
Meat color is not normal is not always harmful to consumers’ health, but reduces consumer tastes.
Consistency is not normal meat
Meat is not healthy to have a low elasticity (when pressed with a finger will feel soft), let alone followed by a change in color is not normal. Then the meat is unfit for consumption.
Carrion
Rotten meat could damage the health of consumers, because it causes gastrointestinal tract disorders. Decay can be caused by poor handling at the time of cooling, so the activity of bacteria increases, or because the left in the open in a relatively long time at room temperature, resulting in the process of protein breakdown by enzymes in the meat.
Buffalo Meat Characteristics
A good buffalo meat dark red, coarse fiber is more than beef. While fat is yellow and hard. Generally, buffalo meat texture is more tough than other livestock because of slaughtered meat in an old age.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Buffalo Meat Demand

The development of buffaloes in Indonesia is relatively low compared with other livestock development. Factors – factors that hinder the development of buffaloes in Indonesia is still a eksentif maintenance, sideline business, a slow growth rate and low production efficiency. Therefore, quality improvement of buffaloes should be improved further.
The primary role of buffalo in Indonesia is as hijackers peteni field and as a reserve if at any one time there are unexpected needs. But in the area of Tanah Toraja South Sulawesi, buffalo are used in funeral ceremonies (signs solo). More and more buffalo are slaughtered for the ceremony, the family of the social level is higher.
Quality management and improvement of the buffalo population is the answer why cattle buffaloes in Indonesia is smaller. Managing quality can improve the quality of buffalo. The better the quality of buffalo, buffalo meat, the demand will be higher. Meanwhile, the buffalo population increase is still low to trigger the growth of buffaloes. Buffalo population increase can be done by giving assistance to the region – the area that actually can increase the population of buffalo. Regions – areas that have a lot of inventory ruput could be targeted for population increase.
Buffalo meat processed products is still less attractive market. Rendahya interest because buffalo meat processed products is still monotone. Restaurants and restaurants prefer beef instead of buffalo meat to make food preparations. The low consumer interest on request buffalo meat was also influential in the marketing of refined products buffalo meat. Costly water buffalo meat is a major factor uninterested consumer. Meat is hard / tough also affect demand. Consumers prefer beef and poultry meat as their animal protein needs.
Buffalo grass has the ability take advantage of the lower quality. Buffalo animal protein is also not inferior to beef. Buffalo meat has a protein content of 20-30%, while beef has a protein content of 19-20%. Buffalo was also one of the alternatives rely on to meet the increasing demand for meat. Therefore, buffalo breed is a very promising business.
.

 

Buffalo Population

Minister of Agriculture Suswono declare the current government has PSDS. “It would be attempted to enter the water buffalo in the PSDS. So would later become PSDSK,” he said in Jakarta today.

He said the effort was done in order to achieve food security livestock animal origin, based on local resources. He said the effort was made to increase the domestic capability to supply local meat. Thus, Suswono said, imports of beef and cattle imports could be reduced.

According to him, in order to achieve the required courses PSDSK population increase and improvement of productivity of cattle and buffalo. In 2009, he said, national buffalo population reached 2 million birds.

Buffalo population is spread a.l. in Nanggroe Aceh Darussalam, West Sumatra, North Sumatra, South Sumatra, West Nusa Tenggara, East Java, Banten, East Nusa Tenggara, and Central Java.

In the area used as a substitute buffalo meat beef to meet consumption. Meanwhile, he said, the production of buffalo meat has reached 46,000 tons or 2% of the total national meat production reached 2.2 million tons.

Although buffalo meat has a large potential supply of meat contributes to society, but there are still obstacles that must be resolved.

Minister of Agriculture declared the main obstacle is the low productivity of buffalo because buffalo breed a long distance, which reached 20 months. “The problem is due to low quality seeds, lack of selection, the occurrence of inbreeding, and maintenance of a very traditional buffalo,” he said. (Er)



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: